Langsung ke konten utama

Cara agar Paru-paru Tetap Sehat

  1. Jangan merokok
Merokok sangat merusak paru-paru karena paru-paru merupakan sistem pernafasan dimana rokok juga mempengharui sisem pernafasan, jika paru-paru buruk, sistem ekskresi pernafasan juga akan buruk
  1. Hindari polusi dan cari udara yang bersih
Polusi udara juga membuat paru-paru menjadi tersumbat sehingga menjadi sesak nafas, sesak nafas ini akan membuat sistem ekskresi terhambat. Karena kesulitan untuk bernafas, jadi oksigen dan karbondioksida tidak dapat keluar masuk dengan benar
  1. Rajin olahraga
Olah raga yang rajin akan membantu paru-paru mengatur diri untuk menghirup nafas dengan baik, jika nafas yang dihirup atau oksigen yang masuk terpenuhi maka sistem ekskresi yaitu mengeluarkan karbondioksida juga akan mudah
  1. Konsumsi Makanan Sehat dan Memiliki Kandungan gizi yang baik
Makanan yang sehat dan bergizi sangat mempengharui sekali dengan kesehatan paru-paru, makanan yang dapat menyuplay kesehatan paru-paru ini akan membantu jaringan dan pembuluh darah untuk mengedarkan darah ke seluruh tubuh, sehingga tubuh mampu melakukan ekskresi dengan baik.

sumber:   https://halosehat.com/tips-kesehatan/kesehatan-tubuh/cara-menjaga-kesehatan-sistem-ekskresi

Komentar

Entri Populer

TransportasiI Nutrisi pada Tumbuhan

Transportasi Nutrisi Semua bagian tumbuhan yaitu, akar,  batang, daun serta bagian lainnya memerlukan  nutrisi. Agar kebutuhan nutrisi di setiap bagian  tumbuhan terpenuhi, maka dibutuhkan suatu  proses pengangkutan nutrisi hasil fotosintesis  berupa gula dan asam amino ke seluruh tubuh tumbuhan. Pengangkutan hasil fotosintesis  dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan terjadi melalui pembuluh floem. Perjalanan zat-zat hasil fotosintesism dimulai dari sumbernya yaitu daun (daerah  yang memiliki, konsentrasi gula tinggi) ke  bagian tanaman lain yang dituju (daerah  yang memiliki konsentrasi gula rendah). SUMBER: https://www.awalilmu.com/2015/06/sistem-transportasi-pada-tumbuhan-lengkap.html http://www.imron.web.id/2018/03/pengangkutan-air-dan-nutrisi-pada-tumbuhan.html

MENGUKUR KECEPATAN BUNYI

Cepat rambat bunyi  dapat diukur dengan metode resonansi. Mengukur  cepat rambat gelombang bunyi  dapat dilakukan dengan metode resonansi pada tabung resonator (kolom udara). Pengukuran menggunakan peralatan yang terdiri atas tabung kaca yang panjangnya 1 meter, sebuah slang karet/plastik, jerigen (tempat air) dan garputala. Mengukur Cepat Rambat Bunyi Percobaan resonansi untuk mengukur  cepat rambat bunyi Resonansi I jika : L 1  =   atau λ = 4 L1 Resonansi II jika : L2 =   atau λ =   L2 Resonansi ke III jika : L3 =   λ atau λ =  L3 Atau λ dapat dicari dengan λ= 2 (L 2  – L 1 ) = (L 3  – L 1 ) Bagaimana prinsip kerja alat ini? Mula-mula diatur sedemikian, permukaan air tepat memenuhi pipa dengan jalan menurunkan jerigen. Sebuah garputala digetarkan dengan cara dipukul menggunakan pemukul dari karet dan diletakkan di atas bibir tabung kaca, tetapi tidak menyentuh b...

Upaya Percegahan Diri dari Bahaya Narkoba

Pencegahan Primer (Primary Prevention) Upaya ini terutama dilakukan untuk mengenali kelompok yang mempunyai resiko tinggi untuk meyalahgunakan NAPZA, setelah itu melakukan itervensi terhadap mereka agar tidak menggunakan NAPZA. Upaya pencegahan ini dilakukan sejak anak berusia dini, agar faktor yang dapat menghambat proses tumbuh kembang anak dapat diatasi dengan baik. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam upaya pencegahan ini antara lain: Penyuluhan tentang bahaya narkotika Penerangan melalui berbagai media mengenai bahaya narkotika Pendidikan tentang pengetahuan NAPZA dan bahayanya Pencegahan Sekunder Pencegahan sekunder dilakukan pada penyalahguna pada tahap coba-coba serta komponen masyarakat yang berpotensi menyalahgunakan narkotika. Kegiatan yang dilakukan pada pencegahan ini antara lain: Deteksi dini anak yang menyalahgunakan narkotika Konseling Bimbingan sosial melalui kunjungan rumah Penerangan dan pendidikan pengembangan individu Pencegahan Ter...